Friday, January 25, 2008

Astronom Indonesia Temukan Planet Termuda


PARIS, KAMIS - Tim peneliti Institut Max Planck, Jerman, yang dipimpin astronom asal Indonesia, Johny Setiawan, kembali menemukan planet asing (ekstrasolar) yang mengelilingi bintang mirip Matahari.

Planet yang diberi nama TW Hya b mengelilingi bintang TW Hydrae di konstelasi Hydra yang berjarak 180 tahun cahaya dari Bumi. TW Hya b termasuk jenis planet gas raksasa berukuran antara 5,5 kali hingga 13,1 kali ukuran Planet Jupiter.

Planet tersebut mengorbit bintang induknya pada jarak 600.000 kilometer atau hanya 0,04 unit astronomi (jarak rata-rata Bumi dan Matahari). Karenanya, hanya dibutuhkan waktu 3,56 hari untuk satu kali mengelilinginya.


Penemuan ini tidak hanya menambah daftar panjang penemuan planet di luar tata surya kita, namun juga memberikan informasi baru mengenai proses pembentukan planet-planet.

Para astronom pada umumnya sepakat bahwa planet terbentuk sebagai akumulasi materi di cakram debu dan gas sebagai sisa pembentukan bintang yang mirip Matahari. Namun, selama ini, masih diperdebatkan berapa lama sebuah planet dapat terbentuk.

Termuda

Hasil pengematan terhadap planet-planet ekstrasolar yang sudah ditemukan menunjukkan tak ada satu pun planet yang lebih muda dari 100 juta tahun. Namun, TW Hya b berusia sangat muda antara 8-10 juta tahun. Bandingkan dengan Bumi yang diperkirakan seumur tata surya sekitar 4,5 miliar tahun, sedangkan Matahari 100 juta tahun lebih tua.

Hal ini menunjukkan bahwa planet-planet dapat terbentuk dalam waktu 10 juta tahun, sebelum cakram dicerai-beraikan angin dan radiasi bintang. Simpulan tersebut dilaporkan para peneliti dalam jurnal Nature edisi terbaru, Kamis (3/1).

"Penemuan tersebut memperlihatkan bahwa apa yang selama ini kita sebut cakram protoplanet sesungguhnya protoplanet itu sendiri," ujar Johny Setiawan yang juga pernah menemukan planet-planet ektrasolar sebelumnya.

Banyak cakram protoplanet yang terdeteksi keberadaannya di sekitar bintang muda. Namun, sejauh ini, belum ada planet yang diketahui berumur semuda TW Hya b.(AFP/Space.com/WAH)


Selengkapnya......

Kutub Utara Kehilangan Es Seluas 10 Kali Pulau Jawa


Kamis, 24 Januari 2008 | 22:01 WIB

PARIS, KAMIS - Sepanjang dua tahun terakhir, wilayah Arktik di Kutub Utara kehilangan lapisan es seluas dua kali wilayah Prancis atau sepuluh kali luas Pulau Jawa. Demikian hasil pengukuran yang dilakukan National Centre for Scientific Research (CNRS) yang berbasis di Paris, Prancis.

Pada pengukuran yang dilakukan pada September 2007, lapisan es di Arktik hanya seluas 4,13 kilometer persegi atau turun dari 5,3 kilometer persegi dari setahun sebelumnya. Artinya, lapisan es yang hilang mencapai 1,17 kilometer persegi. Luas Pulau Jawa sendiri sekitar 130.000 kilometer persegi.


"Tahun 2008 menjadi tahun kritis bagi setiap tingkatan, pelelahan ini mencapai jutaan berikutnya pada musim panas tahun 2008," kata Jean-Claude Gascard, direktur lembaga tersebut seperti dikutip dari AFP, Kamis (24/1). Gascard memimpin misi ekspedisi ilmiah Damocles menggunakan kapal Tara untuk menjelajahi Perairan Arktik selama 16 bulan berturut-turut.

Hampir seluruh wilayah Arktik mengalami pengurangan terus-menerus. Dalam 20 tahun terakhir, sudah 40 persen lapisan yang meleleh dengan rata-rata dari 1,5 meter hingga tiga meter.

Kenaikan suhu atmosfer yang membuat musim panas lebih menyengat menjadi biang semakain cepatnya pelelahan lapisan es di Arktik. Para peneliti mencatat suhu udara sudah mencapai 10 derajat Celcius pada ketinggian antara 500 hingga 1000 meter.

Bahkan, pada musim panas 2007, wilayah Northwest Passage, untuk pertama kalinya menjadin perairan terbuka. Padahal, wilayah tersebut dikenal sebagai daratan es yang senantiasa menghubungkan Eropa dan Asia sejak pengamatan dilakukan pada tahun 1978. Kementrian Lingkungan Kanada mengatakan kondisi tersebut berlangsung lima minggu dan sempat dilalui 100 kapal.(AFP/WAH)


Selengkapnya......

Wednesday, January 23, 2008


Kemampuan seksual pria identik dengan ereksi. Begitu pentingnya kemampuan ini, sehingga banyak hal harus dijaga dan diperhatikan oleh para pria.

Berikut ini beberapa hal yang dapat memengaruhi kemunduran seksual pria, menurut Prof. Dr. Djoko Rahardjo, Sp.BU, dari Sub-bagian Urologi, Bagian Bedah Fakultas Kedokteran UI/RSCM:


1. Usia. Pria usia lanjut biasanya mengalami keadaan yang disebut andropause. Ini adalah masa di mana produksi testosteron berkurang.

2.Diabetes. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan merusak saraf, termasuk pembuluh darah ke daerah reproduksi. Inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ereksi.

3. Hipertensi. Tekanan darah tinggi menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku, sehingga lama kelamaan lumen pembuluh akan menyempit. Kejadian ini tidak hanya di bagian pembuluh jantung atau otak, melainkan juga di bagian genital. Akibatnya, aliran darah ke genital berkurang. Gangguan ereksi pun sangat mungkin terjadi.

4. Kadar kolesterol tinggi. Kolesterol yang terus-menerus tertimbun dalam pembuluh darah menyebabkan mengerasnya dan menyempitnya pembuluh darah. Penyempitan pada penis menyebabkan terjadinya kesulitan ereksi.

5. Gangguan saraf. Parkinson, kencing manis, stroke, dapat menyebabkan menurunnya fungsi saraf. Akibatnya, aktivitas neurotransmitter berkurang dan menurunkan rangsang saraf. Terjadilah gangguan ereksi.

6. Trauma. Trauma yang langsung mengenai daerah kemaluan akan merusak korpus kavernosum, saraf, dan pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan gangguan ereksi.

7. Faktor psikis. Stres entah karena fisik atau psikis mampu melelahkan mental dan menghambat kerja neurotransmitter, sehingga tidak terjadi rileksasi otot polos. Akibatnya, ereksi terganggu.

8. Penyakit infeksi. Infeksi kronis seperti TBC, HIV, hepatitis mengakibatkan kemunduran kerja neurotransmitter dan penurunan kadar estrogen yang kemudian menimbulkan turunnya libido.

9. Obat-obatan. Obat perangsang, narkotika, dan beberapa obat penurun tekanan darah dapat mengganggu kemampuan ereksi.

10. Merokok. Selain dapat memicu kanker paru, juga menyempitkan pembuluh darah.

Selengkapnya......

2.000 Pulau Bakal Tenggelam


JAKARTA, KAMIS - Akibat perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut, diperkirakan sekitar 2.000 pulau di Indonesia pada tahun 2030 akan tenggelam. Karena itu, berbagai upaya untuk memperlambat pemanasan global harus dilakukan.

Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan hal itu sebelum acara penyerahan Sinar Mas Global Warming Competition Award, Rabu (16/1) di Jakarta.

Rachmat Witoelar mengatakan, dalam catatan rata-rata tahunan, tahun 1998 memiliki rekor suhu terpanas mencapai 26,5 derajat Celsius, naik 1 derajat Celsius dari rekor sebelumnya. Meningkatnya pemanasan secara global ini memengaruhi permukaan air laut yang makin meningkat pula.


Rachmat juga mengemukakan, hasil pemantauan tinggi permukaan air laut yang dilakukan pada 1925-1989 cenderung meningkat. Di Jakarta kenaikan permukaan air laut 4,38 milimeter per tahun, Semarang 9,27 milimeter per tahun, dan Surabaya 4,38 milimeter per tahun.

Untuk memperlambat pemanasan global, banyak hal yang bisa dilakukan. Bagi kalangan pengusaha diimbau agar perusahaannya jangan mengeluarkan polusi ke udara. Di sisi lain harus menyiapkan dana dan melakukan upaya penghutanan kembali.

Dalam upaya membangun kesadaran bagi masyarakat mengenai dampak dari pemanasan global, Garin Nugroho dari PT Karya SET Film bekerja sama dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Sinar Mas mengadakan kegiatan workshop lingkungan hidup, lomba iklan layanan masyarakat, film, dan poster lingkungan hidup. (NAL)


Selengkapnya......

Hillary Clinton dan Barack Obama saling mengkritik


WASHINGTON, RABU - Hillary Clinton dan Barack Obama saling mengkritik ketahanan pengendalian emosi dan integritas masing-masing kandidat presiden AS dari partai Demokrat ini. "Saya rasa apa yang kita perhatikan belakangan menunjukkan Obama sangat frustrasi," ujar Hillary kepada wartawan dalam persinggahannya di Washington untuk menanggapi debat sengitnya dengan Obama di South Carolina. "Dalam waktu 10 hari terakhir, terutama hasil jajak pendapat selama kampanye di New Hampshire dan Nevada, telah menyakinkan Obama agar mengambil strategi yang berbeda,"tambah Hillary.


Dalam debat di Myrtle Beach Senin (21/1), Hillary dan Obama terlibat debat sengit yang diwarnai emosi saat masing-masing kandidat presiden dari partai Demokrat ini saling menuduh telah memutar-balikkan kebenaran. Hillary dan Obama juga sempat saling menyerang dengan mengkritik catatan perjalanan karir politik masing-masing.Obama yang berjuang menjadi presiden kulit hitam pertama di AS telah mengecam mantan presiden Bill Clinton, yang meningkatkan kampanye untuk mengumpulkan dukungan bagi istrinya.

Dalam pidato bidang ekonomi yang disampaikan di Carolina Selatan, Obama menuduh Hillary Clinton telah mengubah taktik dalam masalah ekonomi, termasuk perdagangan bebas. "Saya telah bertugas melayani publik selama 25 tahun, posisi saya tidak akan berubah saat suhu politik memanas, begitu juga dengan kebijakan yang saya akan ambil tidak berubah saat saya menjadi presiden," demikian pandangan Obama yang disambut deru tepuk tangan dari pendukungnya. Senator dari Illinois itu menghimbau para pemegang suara di pemilihan presiden AS untuk bersikap kritis dalam memilih kandidatnya dengan melihat catatan pelayanan publik para kandidat yang telah didedikasikan ke negara.

Selengkapnya......

Tuesday, January 8, 2008

Obama Masih Ungguli Hillary


NEW HAMPSHIRE, SELASA - Jajak pendapat terbaru dalam kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) mengindikasikan, Barack Obama, kandidat dari Partai Demokrat, kembali diunggulkan dalam Primary di New Hampshire, Selasa (8/1).

Jajak pendapat yang dilansir USA Today/Gallup, Senin (7/1), menyebutkan Obama unggul dua digit atas saingan utamanya, Hillary Clinton. Obama memimpin 41 persen sementara Hillary hanya bercokol pada 28 persen.


Sementara mantan senator North Carolina, John Edwards sebanyak 19 persen, disusul Gubernur New Mexico, Bill Richardson enam persen, dan kandidat lainnya hanya di bawah tiga persen.

Sementara dari kubu Partai Republik, John McCain meraih dukungan 34 persen mengungguli pesaingnya yang menang dalam pemilihan pendahuluan di Iowa, Mike Huckabee, yang hanya 13 persen. Sementara Mitt Romney meraih 30 persen.

Anggota DPR dari Texas Ron Paul dan mantan Wali Kota New York Rudy Giuliani masing-masing hanya meraih delapan persen dukungan. Sementara yang lainnya termasuk mantan senator dari Tennessee Fred Thompson, hanya di bawah tiga persen.

Seperti dilansir BBC, medan pertarungan utama sebenarnya adalah besarnya warga pemilih nonpartai yang bersikap independen.

Sementara itu, kendati Hillary berusaha pulih dari kekalahannya di Iowa, namun tantangan yang dihadapinya di New Hampshire kian berat dengan jajak pendapat tersebut. Sebelumnya, Hillary berada di posisi teratas di negara bagian ini, sehingga jika tak berhasil menang, dia akan dianggap gagal.

Dari jajak pendapat terakhir ini, Hillary diperkirakan akan kalah lagi dari Obama. Bila itu terjadi, kubu Hillary akan berada dalam posisi yang sangat lemah.




Sumber: BBC



Selengkapnya......

The Scret of Nusantara (II) The Last Stronghold


Pada abad ke-11 M dimulailah rangkaian konflik antar pemeluk agama yang dikenal sebagai Perang Salib (Crusade Wars). Diawali dengan perintah Paus (Pope) Urbanus II untuk menguasai Yerusalem yang berada dalam wilayah pemerintahan Islam. Gelombang peperangan terus berlangsung selama berabad-abad kemudian dan tahun meluas ke wilayah-wilayah lain. Konflik yang terjadi dalam Perang Salib sebenarnya tidak hanya melibatkan dua pemeluk agama tersebut karena dalam beberapa seri Perang Salib berikutnya tentara Salib juga terlibat konflik dengan pihak-pihak di luar kaum Muslim yang menjadi lawan utama.


Bagi Crusaders (tentara Salib) dan kaum Muslim, peperangan yang terjadi meninggalkan kesan yang tidak terlupakan pada masing-masing pihak. Bagi orang-orang Eropa, kekalahan pada Perang Salib terhadap Salahuddin Al Ayubi/ Saladin (Ayubbid Empire) dan kemudian terhadap Turki Utsmani (Ottoman Empire) menimbulkan kekecewaan yang mendalam. Hal ini mendorong lahirnya Renaissance Eropa pada abad ke-15. Sistem keagamaan yang dinilai menghambat kemajuan mulai ditinggalkan. Sebagai gantinya mereka mengharapkan pencapaian seperti dominasi Yunani-Romawi sebelum zaman Kristen dengan cara mengembangkan kemajuan-kemajuan yang telah dipelajari sebelumnya dari orang-orang Arab, di antaranya adalah pada pada bidang geografi, teknologi maritim, navigasi dan persenjataan.

Para perintis Renaissance bergerak ke Eropa barat menjauhi pengaruh Turki Utsmani yang telah menguasai Konstantinopel (Constantinople/ Istambul) dan sekaligus menjauhi pusat kekuasaan Kepausan/ Gereja Katholik. Dan ketika Renaissance mencapai puncaknya, orang-orang Portugis dan Spanyol di yang berada di ujung barat Eropa, siap memulai ekspansi ke seluruh dunia, baik dengan motif ekonomi, politik, maupun agama.

Inilah permulaan dari era yang disebut oleh orang-orang Eropa sebagai Age of Discovery. Target pertama adalah India sebagai starting point untuk menjelajahi dunia Timur yang misterius. Orang-orang Spanyol tertarik dengan ide Christopher Columbus menyatakan bahwa berdasarkan perhitungan-perhitungan terhadap diameter Bumi, India dapat dicapai melalui pelayaran ke Barat (Samudera Atlantik) sedangkan orang-orang Portugis meragukan efektivitas pelayaran melalui Atlantik dan tetap berusaha mencapai India dengan mengelilingi Afrika.

Selanjutnya Columbus melakukan ekspedisi menyeberangi Atlantik dan yang mencapai Amerika Tengah (yang pada awalnya dikiranya adalah India) pada tahun 1492. Melihat hasil ekpedisi Colombus, Spanyol (Castile Kingdom) dan Portugal menyepakati perjanjian Tordesillas, yang menyatakan bahwa Spanyol berhak atas ekspansi melalui arah barat (samudera Atlantik) sedangkan Portugal melalui arah timur (Afrika dan Samudera India). Maka Spanyol mengirim Ferdinand Magellan (Fernão de Magalhães) menuju ke barat hingga ia tiba di Filipina. Sedangkan Portugal mengirim Bartolomeu Dias dan Vasco da Gamma untuk membuka jalur mengelilingi Afrika menuju ke India. Dengan perjanjian ini maka Portugal tidak memiliki pesaing dalam dominasi jalur laut Eropa-Afrika-Asia.

Setelah orang-orang Eropa mencapai India maka ekspansi ke Timur dilanjutkan ke wilayah yang mereka baru ketahui keberadaannya. Mereka menyebutnya India Timur (East Indies). Untuk itu, pada awal abad ke-16 M, Raja Portugal, Manuel I, menunjuk seorang panglima Crusaders yang bertugas di Afrika Utara untuk memimpin angkatan laut Portugal melakukan kampanye militer menguasai jalur pelayaran Samudera Hindia dan membuka India Timur. Ia bernama Alfonso de Albuquerque. Dengan pasukannya yang dipimpinnya ia kemudian menguasai Pesisir Timur Afrika, Teluk Persia dan India. Ia kemudian bergerak ke timur dan pada tahun 1511 tiba di Selat Malaka dan seketika itu juga ia menyerang Kesultanan Melaka. Suatu hal yang tidak lazim dilakukan pada kontak pertama antara dua perdaban yang berbeda. Ia kemudian mengambil khazanah kekayaan kerajaan di antaranya adalah 3.000 buah meriam milik Kesultanan Melaka.

Hal ini memiliki beberapa arti sekaligus. Secara ekonomi, hal ini berarti orang-orang Portugis menguasai perdagangan rempah-rempah dan komoditas lain langsung dari sumbernya yaitu Nusantara. Sebelumnya mereka mendapatkan komoditas ini dari perdagangan di Timur Tengah dan ketika terjadi konflik dengan pengasa wilayah ini maka suplai ke Eropa akan terganggu. Secara politik, hal ini meluaskan wilayah kekuasaan Portugis (Portugesse Empire) yang meliputi pesisir barat, selatan dan timur Afrika, teluk Persia, India dan kemudian Selat Malaka. Dan sebagai seorang Crusader, ini merupakan prestasi yang sangat besar mengingat seluruh wilayah yang ia serang adalah wilayah kerajaan-kerajaan Islam. Karena itu, serangan Portugis terhadap Melaka segera mendapat reaksi dari kerajaan Islam lain di Nusantara, terutamanya Kesultanan Demak di Jawa. Peristiwa ini juga menandai mulainya masa penjajahan di Nusantara. Hal ini kemudian diikuti oleh bangsa bangsa Eropa lain.

Pada periode yang bersamaan cahaya Islam yang sebelumnya telah menaungi 3/4 dunia, secara umum mulai memudar. Perlu diketahui bahwa sejak kedatangan Nabi Muhammad SAW hingga ke saat ini, perkembangan Islam dapat dibagi menjadi dua periode. Periode pertama adalah 700 tahun pertama Hijriyah. Dalam periode ini terdapat zaman Salafussoleh, 300 tahun pertama yang disebut oleh Rasulullah sebagai sebaik-baik kurun. Islam menuju mencapai kejayaannya dan menyebar ke suluruh dunia. Kemajuan dalam iman dan ilmu telah menjadikan umat Islam sebagai Pole of Excellent. Pencapaian terakhir periode ini adalah keberhasilan Sultan Muhammad Al Fateh (Mehmed II The Conqueror) menutup sejarah 1500 tahun kekaisaran Romawi dengan menyerahnya ibukota Byzantium/ Romawi Timur, Konstantinopel.

Periode kedua adalah 700 tahun berikutnya. Pada perode ini pengamalan Islam mulai menurun drastis, berbagai perkara mulai hilang satu persatu. Jika sebelumnya kerusakan umat hanya terjadi pada bidang-bidang tertentu maka pada periode ini kemunduran umat Islam terjadi serentak di semua bidang. Dari krisis keimanan, ibadah, akhlak, pemerintahan, kemunduran ilmu hingga hilangnya faktor-faktor keberkatan dan bantuan Tuhan secara khawariqul addah (kejadian luar biasa). Jika ada yang tersisa, tidak lebih dari ritual ibadah harian, mingguan dan tahunan saja.

Namun ternyata pada periode inilah wilayah Nusantara memainkan peranan penting sebagai benteng pertahanan yang kuat bagi umat Islam dan ajaran Islam. Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, bahwa imperialisme Eropa pada abad pertengahan memliki tujuan ekonomi, politik dan agama sekaligus. Lebih dikenal dengan istilah 3G: Gold, God/Gospel, Glory. Namun sungguh ajaib. bangsa Melayu tetap menjadi bangsa Muslim dengan jumlah terbesar dan menyatu walaupun mengalami penjajahan selama hampir empat abad. Berkebalikan dengan apa yang terjadi di kawasan lain, misalnya Spanyol/Andalusia yang telah kehilangan identitasnya sebagai bangsa Muslim atau bangsa Arab yang kini telah terpecah-pecah seolah kembali ke sistem kesukuan (tribal state) zaman jahiliyah (pra Islam). Di Nusantara, Islam terus berkembang pesat dan menjadi pendorong bagi berbagai perlawanan terhadap penjajah. Sebagai contoh adalah Perlawanan Pangeran Diponegoro yang perlawanan terberat yang dihadapi Belanda. Pangeran Diponegoro adalah putra raja Jawa, Sultan Hamengkubuwono III, yang menolak menjadi putra mahkota dan kemudian menjadi ulama tarekat Naqsyabandiyah. Begitu juga dengan berbagai ulama di daerah lain. Perlawanan-perlawanan mereka yang didorong motivasi spiritual untuk membela kebenaran dan bukan kepentingan diri atau kelompok semata, selalu menjadi ancaman no.1 terhadap penjajah.

Tidak hanya berperan besar dalam menghadapi ancaman langsung dari luar berupa penjajahan dan berbagai interfensi asing, namun juga berperan besar dalam menghadapi berbagai pergolakan di antara umat Islam sendiri hasil campur tangan pihak asing. Di antaranya adalah konflik politik dan madzhab yang terjadi pada abad ke-18 di Hijaz yang membawa dampak ke seluruh dunia Islam. Karena antara mazdhab baru yang mendapat dukungan pemerintahan baru di Makkah dan Madinah, dengan madzhab-madzhab klasik yang telah mapan terdapat perbedaan tidak hanya pada perkara furu’ (cabang)
yaitu fiqh syariat, namun juga dalam beberapa perkara pokok aqidah/ iman, maka mayoritas ulama di seluruh dunia menolak kehadiran madzhab baru ini. Di Nusantara, pada tahun 1926, para ulama yang dipimpin oleh Syeikh Hasyim Asy’ari mendeklarasikan berdirinya Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) yang dengan tegas mempertahankan pengamalan keempat madzhab fiqh yang telah ada (madzhab Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafi’i dan Imam Hambali) berserta pegangan aqidah atau keimanannya: Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dengan 45 juta pendukungnya saat ini, Nahdatul Ulama (NU) adalah organisasi Islam terbesar di dunia.

Perbagai peristiwa telah terjadi sepanjang sejarah Islam di Bumi Nusantara. Hingga ke saat ini, dapat kita saksikan bahwa saat ini semangat pengamalan ajaran Islam di kawasan Asia Tenggara oleh rumpun bangsa Melayu terlihat paling kuat dibandingan dengan kawasan lain di dunia termasuk di Timur Tengah atau bahkan kedua kota suci Makkah dan Madinah. Fenomena ini mulai tampak jelas sejak memasuki kurun (abad) baru yaitu tahun 1400 H (1979 M) terutama di Malaysia, juga Indonesia. Walaupun tiada henti mendapat tantangan dari luar secara aqidah, pemikiran, budaya, politik, ekonomi dan sebagainya namun kemudian pengamalan Islam sepanjang awal kurun Hijriyah ini terus berkembang dengan pasti.

Sejarah telah mencatat bahwa bara api Islam telah menyala dan tetap terus membara dalam dekapan bangsa Melayu di Bumi Nusantara selama 700 tahun. Selama 700 tahun itu pula wilayah Nusantara menjadi incaran berbagai pihak untuk ditundukkan dan dikuasai. Namun bangsa Melayu tetap bertahan sebagai bangsa Muslim dengan jumlah dan potensi yang begitu besar untuk mengkuti jejak bangsa-bangsa muslim lain yang sebelumnya telah satu per satu tampil ke depan pentas dunia untuk memimpin langsung peradaban Islam. Bangsa Melayu adalah satu-satunya bangsa muslim yang belum mendapatkan gilirannya. Dan sekaranglah saatnya, giliran Timur untuk membuka dan memimpin periode Islam selanjutnya sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW:


Selengkapnya......